Saya lupa dari mana dan bagaimana awal
terbentuknya grup “Friendship” ini. Saya juga tidak ingat kapan tahun tercetusnya
grup ini. Dulu saya hanya berniat mengumpulkan teman-teman saya dalam satu
wadah agar kami bisa saling berbagi info, bertegur sapa, bertukar kabar, dan
bermacam hal yang bisa kami lakukan layaknya hubungan akrab sebuah pertemanan. Secara
pribadi, saya sendiri memang pernah memiliki kedekatan personal dengan masing-masing
mereka, baik saat SMP, SMA, maupun kuliah.
Saya menyatukan mereka hanya karena saya tidak
ingin “kehilangan” mereka. Pada dasarnya saya sendiri tidak terlalu
pandai me-maintain sebuah hubungan
jika kami sudah terpisah jarak. Misalnya, saya tidak akan mengirim SMS atau
menelpon terlebih dulu jika tidak ada keperluan atau jika tidak sedang merasa
sangat kangen. Parahnya lagi, saya jarang sekali merasa kangen. Hehehe. Jadi
sebenarnya saya gampang sekali “lepas” dan “hilang”. Oleh karena itu, tujuan membuat grup “Friendship” juga agar saya merasa terikat dengan teman-teman
saya.
Egoisnya saya, dulu saya lupa menanyakan apakah
masing-masing dari mereka merasa nyaman untuk dikumpulkan dalam satu forum dan berkomunikasi
satu dengan lainnya. Saya dekat dengan masing-masing mereka, tapi belum tentu antarmereka juga bisa merasa dekat kan?? Yang saya peduli, ketika saya sedang ingin berbagi, mereka
semuanya ada. Mungkin ada benarnya, awal group ini terbentuk karena keegoisan
saya. Saya mengakuinya.
Namun, yang menakjubkan, kami masih eksis
berdiskusi hingga saat ini. Dari teori komunikasi yang pernah saya dengar, kedekatan dan keakraban
itu bisa terjadi jika ada kesamaan latar belakang, hobi, prinsip dll antara satu
orang dengan lainnya. Mungkin kami bisa akrab karena kami berasal dari kota
kecil yang sama dan pernah bersekolah di tempat yang sama. Sesederhana itu ya
awal sebuah keakraban.
Setiap hari kami bertemu di dunia maya karena
keberadaan kami saat ini tidak hanya sekedar lintas kota ataupun provinsi, tetapi
juga lintas negara/benua. Kami baru bisa kopi darat sesekali dalam setahun,
kalau beruntung bisa dua kali, itupun tidak selalu full team. Walaupun begitu, kami selalu menikmati setiap moment
kebersamaan yang ada. Tentunya kemajuan teknologi sangat berperan dalam
mengakrabkan hubungan kami.
Apa saja yang kami obrolkan setiap hari?
Banyak
hal! Dari mulai hal remeh temeh tidak penting, hingga diskusi urusan pekerjaan,
kesehatan, masa depan, bahkan terkadang kami ikut memikirkan urusan negara ini.
Saya merasa grup ini seperti “tempat sampah”, segala macam yang ingin “dibuang”
ya tinggal dibuang saja. Haha.. Bayangkan saja, jika hanya ingin bilang “Lapar,
Ngantuk, atau Stress” sepertinya annoying
jika di-share di media sosial semacam
FB atau twitter. Alih-alih update status
yang tidak penting semacam itu, mendingan share
saja di grup Friendship.
Akrab itu tidak harus selalu menceritakan
hal-hal yang bersifat pribadi. Rasanya sangat jarang kami berbagi hal-hal yang
menjadi privasi kami masing-masing. Gosip-gosip pun tidak banyak terjadi, kami
tidak suka gosip. Okay, mungkin benar adanya kami terdiri dari 9 laki-laki dan
4 perempuan yang artinya akan sedikit gosip beredar karena dominan laki-laki. Tapi
secara alamiah, kami akan segera memadamkan api gosip yang terpercik. Kami akan
mencoba memberikan hal positif pada pikiran-pikiran beraura negatif, saling
mendukung, mengirim semangat dan motivasi, menepuk pundak dari jarak jauh, atau
sedikit “menjewer” jika dirasa ada yang salah.
Susah untuk diejawantahkan lebih jauh. Kami ini
unik! Tidak ada ucapan “selamat ulang tahun” setiap tahunnya kepada seorangpun
di grup ini. Entah ya mungkin karena kami tidak pernah menspesialkan hari lahir
satu sama lain atau karena kami menganggap bahwa doa itu jauh lebih penting
dari sekadar ucapan selamat? Tidak pula ada surprise.
Tidak ada kalimat-kalimat bernada sentimentil seperti “semoga persahabatan
kita langgeng, aku sayang kalian, etc, etc, etc”. Mentok-mentoknya hanya
lontaran kalimat “Aku seneng bisa kenal kalian”, itu saja…. dan itupun sangat
jarang terjadi. Hahahahaha…. Sungguh tidak romantis ya!
Kami terlalu simple dalam memaknai dan menjalin hubungan ini. Tidak bertele-tele,
tidak menuntut, tidak ambil pusing, tidak sentimentil, tidak romantis. Kami mencoba
berproses menjadi semakin baik, tumbuh dewasa di lingkungan dan profesi
masing-masing, saling membantu, saling mengingatkan dalam kebaikan, berkomunikasi
dengan santun dan beretika. Semuanya mengalir begitu saja….
Pada akhirnya, saya selalu membayangkan… pada
suatu waktu nanti, mungkin sepuluh, dua puluh, atau berapa puluh tahun nanti. Ketika
keberadaan saya entah di mana dan mereka ada di mana, saya berharap Allah
selalu menyayangi dan menyatukan kami dalam kebaikan, serta menuntun kami
dalam berproses menjadi insan yang lebih baik setiap waktunya. Aamiin….
kedekatan terjadi karena rajin mem-bully satu sama lain :p
ReplyDelete